Tabuh Rah

S1228.net Situs Alternatif Sabung Ayam S128.net

Tabuh rah merupakan taburan darah binatang korban yang dilaksanakan dalam rangkaian upacara agama (yadnya). Upacara yang bisa dilaksanakan Tradisi Tajen juga tidak semua upacara dalam Sabung Ayam. Hanya upacara-upacara pecaruan yang layak dan pantas dibarengi dengan tabuh rah. Upacara yang boleh disertai tabuh rah adalah Caru Panca Kelud, Caru Rsi Gana, Caru Balik Sumpah, Tawur Agung, Tawur Labuh Gentuh, Tawur Panca Wali Krama dan Tawur Eka Dasa Rudra.

Penaburan darah binatang korban dengan jalan memotong leher binatang itu atau menikamnya dengan keris. Di zaman Majapahit diistilahkan dengan “Menetak gulu ayam ini di sebut penyambleh, sedangkan perang satha adalah pertarungan ayam yang diadakan dalam rangkaian upacara agama (yadnya). Dalam hal ini dipakai adalah ayam sabungan, dilakukan tiga babak. ( telung perahatan) yang mengandung makna arti magis bilangan tiga yakni sebagai lambang dari permulaan tengah dan akhir. Hakekatnya perang adalah sebagai symbol daripada perjuangan (Galungan) antara dharma dengan adharma.

Tabuh Rah Tradisi Tajen Sabung Ayam Tradisional Bali

Mengenai tempat dilakukannya tabuh rah adalah di tempat upacara. Yang melakukannya sang yajamana atau mereka yang menggelar upacara bersangkutan. Pakaian yang melakukan tabuh rah diwajibkan menggunakan pakaian adat. Demikian juga dengan jenis-jenis binatang yang digunakan untuk tabuh rah, yang berarti tabuh rah tidak mesti menggunakan ayam. Jenis-jenis binatang yang dijadikan korban adalah ayam, babi, itik, kerbau, dan lain-lainnya.

Para bebotoh melakukan sabungan ayam dengan taruhan yang dikenal di Bali dengan istilah Tajen. Tajen merupakan judi yang pada hakekatnya dilarang oleh hukum dan undang undang, tapi Tajen berkaitan dengan upcara agama Tabuh Rah lalu di perpanjang dengan babak taruhan makan hukum dan undang undang sering berbenturan dengan tradisi dan budaya sehingga Tajen di Bali sangat sulit untuk diberantas dan dihentikan.

Tradisi Ini tidak bisa diidentikkan dengan adu ayam jago. Pasalnya, pelaksanaan tabuh rah bisa dilakukan dengan penyamblehan atau bisa juga dengan menggelar perang satha. Jadi ketika bicara tabuh rah tidak harus diwujudkan dengan mengadu ayam sampai salah satu mengeluarkan darah atau mati. Parisada menegaskan bahwa jalan penyamblehan bisa dilakukan sebagai bentuk tabuh rah.Penyamblehan adalah cara mengeluarkan darah binatang yang kemudian ditaburkan dengan jalan memotong leher binatang itu atau menikamnya dengan keris. Di zaman Majapahit cara ini diistilahkan dengan “Menetak gulu ayam”.Kalaupun ada sebuah desa pakraman yang mengharuskan tabuh rah dalam bentuk perang satha yang berarti ada ayam yang harus diadu, Parisada Pusat sebenarnya telah menyarankan diganti dengan penyamblehan. Sekali lagi, tidak harus mengadu ayam jago.Kalaupun memang harus menggelar perang satha, ketentuan sebagai sebuah tabuh rah harus tetap diikuti. Sudah ada uger-uger yang sekaligus menjadikannya mudah dibedakan dengan aktivitas lainnya. Uger-uger tersebut, pertama, jumlah ayam yang diadu tidak boleh lebih dari tiga parahatan (telung saet). Bilangan tiga ini mengandung makna arti magis yakni sebagai lambang dari permulaan tengah dan akhir.

Sabung Ayam atau Tajen Ayam Bali merupakan pertarungan ayam yang diadakan dalam rangkaian upacara agama (yadnya). Dalam hal ini dipakai adalah ayam sabungan, dilakukan tiga babak. ( telung perahatan) yang mengandung makna arti magis bilangan tiga yakni sebagai lambang dari permulaan tengah dan akhir. Hakekatnya perang adalah sebagai symbol daripada perjuangan (Galungan) antara dharma dengan adharma.

Beberapa daerah di Indonesia pasti mengenal sabung ayam. Dan hiburan masyarakat yang satu ini pun memiliki istilah-istilah yang berbeda di setiap daerah. Di Bali, sabung ayam sebagai kegiatan hiburan dikenal dengan istilah tajen yang berasal dari kata taji yang berarti pisau kecil. Taji atau pisau kecil inilah yang nantinya akan dipasang pada kaki ayam yang akan diadu. Berbeda dengan sabung ayam di daerah lain yang biasanya hanya berperan sebagai sarana hiburan, maka sabung ayam di Bali juga berperan dalam ritual keagamaan yang dikenal dengan nama tabuh rah. Kata tabuh rah berarti meneteskan darah ke bumi yang merupakan bagian ritual bhuta yadnya sebagai simbol permohonan agar bhuta (pengaruh negatip) tidak menggangu dan manusia terhindar dari marabahaya.

SUMBER PENGGUNAAN 
Sumber penggunaan tabuh rah terdapat pada Panca Yadnya.

DASAR- DASAR PENGGUNAAN 
Dasar- dasar penggunaan tabuh rah tercantum di dalam :
Prasasti Bali Kuna (Tambra prasasti).
1. Prasasti Sukawana A l 804 Çaka.
2. Prasasti Batur Abang A 933 Çaka.
3. Prasasti Batuan 944 Çaka.
Lontar- lontar antara lain :
1. Siwatattwapurana.
2. Yadnyaprakerti.

FUNGSI 
Fungsi tabuh rah adalah runtutan/ rangkaian dan upacara/ upakara agama (Yadnya).

WUJUD 
Tabuh Rah berwujud taburan darah binatang korban.

SARANA :
Jenis- jenis binatang yang dijadikan korban yaitu : ayam, babi, itik, kerbau, dan lain- lainnya.

CARA PENABURAN DARAH
Penaburan darah dilaksanakan dengan menyembelih, “perang satha ” (telung perahatan) dilengkapi dengan adu- aduan : kemiri; telur; kelapa; andel- andel; beserta upakaranya

PELAKSANAAN 
Diadakan pada tempat dan saat- saat upacara berlangsung oleh sang Yajamana.
Pada waktu perang satha disertakan toh dedamping yang maknanya sebagai pernyataan atau perwujudan dari keikhlasan Sang Yajamana beryadnya, dan bukan bermotif judi.
Lebih lanjut mengenai pelaksanaan tabuh rah,

Aduan ayam yang tidak memenuhi ketentuan- ketentuan tersebut di atas tidaklah perang satha dan bukan pula runtutan upacara Yadnya.

Permainan Sabung Ayam Indonesia Menjadi Salah Satu Permainan Favorit Dan Sudah Menjadi Tradisi Turun-Temurun Bangsa Indonesia Yang Menjadi Warisan Dunia

Sabung ayam adalah permainan adu dua ekor ayam dalam sebuah kalangan atau arena. Biasanya ayam yang diadu hingga salah satu kabur atau kalah, bahkan hingga mati. Permainan ini biasanya diikuti oleh perjudian yang berlangsung tak jauh dari arena adu ayam.

Walau sama-sama sabung ayam, tajen dan tabuh rah memiliki perbedaan yang sangat mendasar, tajen merupakan bentuk hiburan yang lekat dengan kegiatan judi sedangkan tabuh rah adalah murni kegiatan ritual keagamaan. Kegiatan sabung ayam sebagai bentuk perjudiaan tidak dibenarkan menurut agama Hindu. Walau demikian seiring dengan perubahan kehidupan social masyarakat di Bali, tajen justru mendapat dukungan oleh berbagai kalangan masyarakat dan tabuh rah sering dimanipulasi dan dijadikan tameng untuk penyelenggaraan tajen.

Wacana tajen dari tahun ke tahun seolah menjadi bola liar yang oleh sebagian orang yang berkepentingan dikembangkan menjadi isu politik untuk pertarungan kekuasaan di tingkat daerah. Bagi mereka yang pro, tajen dipandang berperan sebagai medium interaksi dan komunikasi lintas strata sosial dan tajen juga digelar dalam kaitan pembangunan kehidupan sosial ekonomi masyarakat adat.

Pada akhirnya tajen dan sabung ayam dikembangkan sebagai dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan walau sebenarnya mereka berada pada nilai yang berbeda. Saat ini penyelengaraan tajen biasanya akan dikaitkan dengan kegiatan tabuh rah pada odalan atau upacara di pura-pura. Tajen diselenggarakan diluar area suci pada tempat khusus dengan waktu pelaksanaan sekitar tiga hari berturut-turut. Pada beberapa tempat di Bali, kegiatannya dikoordinir oleh lembaga adat. Mereka yang datang untuk menikmati hiburan ini biasa disebut bebotoh yang berarti petaruh. Para bebotoh bisa datang dari seluruh penjuru Bali tergantung besarnya ajang tajen yang diselenggarakan. Jangan heran jika suatu saat anda berkesempatan menemukan tajen yang gegap gempitanya melebihi gegap gempita sebuah pertandingan sepak bola.

0 thoughts on “Tabuh Rah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *